Rabu, 14 Desember 2016

PILIHAN BELANJA ONLINE TERBAIK

Untuk melihat berbagai produk berkualitas dan cara mendapatkannya melaui belanja online dapat mengunjungi alamat berikur : http://adf.ly/1e2NKN

Kamis, 13 Oktober 2016

BANTUAN SOSIAL ANAK LKSA TAHUN 2015

Anak merupakan anugrah besar yang diberikan oleh sang pencipta, sebagai hasil perkawinan. Namun dalam perjalanan kehidupan keluarga anak-anak tidak dapat memperoleh haknya secara baik bahkan cenderung diabaikan, bahkan yang lebih anak mendapatkan perlakuan yang salah.
Seiring dengan perubahan sosial yang terjadi muncullah kesadaran dalam upaya menangani permasalahan anak di seluruh dunia termasuk di indonesia khususnya kita di provinsi papua. Kesadaran ini muncul dalam berbagai bentuk pelayanan sosial baik di lakukan oleh organisasi pemerintah, swasta juga termasuk kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat yang tidak hanya membantu dalam bentuk sumbangan pemikiran tetapi juga dalam bentuk yang lebih nyata yang dapat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan anak secara lebih baik sehingga di harapkan anak dapat memiliki masa depan yang lebih baik.
dalam proses pelayanan sosial anak di provinsi papua dilakukan dalam bentuk pelayanan berbasiskan lembaga dan juga pelayanan berbasis keluarga.
1. Pelayanan berbasis keluarga adalah pelayanan yang dilakukan baik oleh pemerintah maupun swasta dalam rangka menyelesaikan permasalahan sosial anak tanpa memisahkan anak dari keluarganya atau dengan kata lain anak di bantu namun mereka tetap berada dalam keluarganya.
2. Pelayanan berbasis lembaga adalah pelayanan sosial yang dilakukan bagi seorang anak dengan cara seorang anak ditampung dalam suatu lembaga lengkap dengan model pelayanan sosial yang telah disediakan oleh lembaga-lembaga sosial masyarakat dengan tujuan menciptakan masa depan anak yang lebih baik.

Kedua model pelayanan ini sudah sangat di kenal dalam model kehidupan masyarakat di Provinsi Papua, di provinsi papua model keluarga yang banyak di temui menganut sistem kekerabatan yang di tarik dari garis keturunan ayah sehingga anak-anak di provinsi papua sebenarnya sudah terdata secara baik karena seorang anak mungkin memilki nama yang sama namun sebenarnya memiliki marga yang berbeda yang di ambil dari nama terakhir ayahnya atau lebih di kenal dengan sebutan (FAM).
Dengan demikian maka ketika seorang anak jika harus di intervensi atau ditangani melalui lembaga pelayanan sosial atau lembaga kesejahteraan sosial anak (LKSA) seorang anak pasti telah terdata secara baik karena tidak mungkin memilki nama ganda.
Dalam tahun 2015 telah di tangani anak sejumlah 2000 anak melalui LKSA atau melalui keluarganya namun dalam pelayanan ini masih terdapat permasalahan pemahaman yang berbeda dalam pemanfaatan bantuan Kementrian sosial dalam hal ini melalui Dinas sosial dan pemukiman provinsi papua dimana bantuan sosial anak yang di peruntukan bagi kesejahteraan sosial anak banyak di tafsirkan sebagai bantuan operasional lembaga dengan alasan bahwa kebijakan lembaga ini tetap juga di lakukan untuk kepentingan anak padahal tidak seperti itu alasannya bahwa dana bantuan yang disediakan tersebut sesungguhnya diberikan untuk per jiwa anak bukan diberikan untuk lembaga sehingga yang benar yaitu setiap anak memilki uang sendiri yang akan digunakan oleh anak ketika membutuhkan sesuatu. Hal ini menjadi permasalahan yang besar dalam peningkatan bantuan sosial anak kedepan, hal ini bukan tidak beralasan ada beberapa LKSA yang menggunakan dana bantuan untuk kepentingan lembaga.
di tahun 2016 telah dilakukan audit dengan tujuan tertentu, dimana dari hasil audit yang telah ada dikatakan bahwa masih banyak terjadi kesalahan pemanfaatan dana bantuan anak melalui LKSA, sehingga tidak memenuhi kriteria tepat sasaran dan di anggap tidak efisien dan efektif.

Minggu, 18 September 2016

NOTEBOOK OPTION - Rp Out of Stock to Rp 1,000,000

NOTEBOOK OPTION - Rp Out of Stock to Rp 1,000,000: Daftar harga NOTEBOOK OPTION - Rp Out of Stock to Rp 1,000,000 terbaru & murah dengan spesifikasi terbaik. Tersedia NOTEBOOK OPTION - Rp Out of Stock to Rp 1,000,000 murah dengan garansi resmi hanya di Bhinneka.Com

Senin, 12 September 2016

STKS BANDUNG PENCETAK BUPATI DI PROVINSI PAPUA

STKS Bandung adalah salah satu lembaga pendidikan yang terletak di kota Bandung tepatnya di Jalan Ir, H. Juanda No 367 Dago - Bandung adalah lembaga pendidikan di Indonesia yang khusus di buat untuk mendidik dan menghasilkan pekerja-pekerja sosial yang profesional.
Dalam perkembangannya semenjak tahun 1970 - 2016 banyak mahasiswa dari seluruh indonesia termasuk dari provinsi papua banyak yang mengikuti pendidikan di lembaga ini dengan tujuan mereka ingin mengabdikan dirinya sebagai pekerja sosial yang akan membawa perubahan sosial ketika mereka kembali ke daerah asalnya masing-masing.
Berbeda dengan lembaga pendidikan seperti STPDN yang khusus mendidik mahasiswanya menjadi Praja yang kelak mejadi Kepala Distrik, Bupati atau Walikota bahkan Gubernur STKS Bandung tidak mendidik mahasiswanya menjadi Bupati namun sebaliknya mereka di didik dengan ilmu-ilmu dasar pekerjaan sosial seperti Metode-metode pekerjaan sosial, Comunity Development, Human Behaviour Society Environment dan ilmu-ilmu sosial lainnya.
Dalam model pendidikan yang dilaksanakan mahasiswa melakukan praktek ke lapangan yang lebih mengarah pada pemecahan masalah sosial dan pelayanan sosial berbasis lembaga dan pelayanan sosial berbasis masyarakat.
Namun dalam perjalanannya banyak sekali mahasiswa jebolan STKS Bandung yang cukup eksis baik dalam dunia pemerintahan maupun swasta. Di Provinsi Papua mahasiswa STKS Bandung juga telah berhasil menjadi pemimpin-pemimpin di berbagai lembaga pemerintahan bahkan yang cukup menggembirakan adalah munculnya beberapa Bupati atau Praja di beberapa daerah di Provinsi Papua antara lain :
1. Drs. Laban Samori Bupati Kabuaten Yapen Waropen
2. Drs, Ones Ramandey Bupati Kabupaten Waropen
3. Dance Takimai, AKS. Bupati Kabupaten Deiyai
4. Dorinus Dasinapa, AKS. Sos. Bupati Kabupaten Mamberamo Raya (2016-2021)

Hal ini menjadi suatu kebanggan bagi IKA Alumni STKS Bandung di Provinsi Papua karena dengan munculnya Bupati-Bupati tersebut menjadi semangat yang akan memicu anak-anak Papua alumni STKS Bandung yang saat  ini berkarier dalam berbagai jenjang pekerjaan yang ada di kalangan pemerintahan maupun bidang pekerjaan yang lainnya yang ada di Papua untuk terus berkarya membangun kesejahteraan Papua yang lebih baik, demi mencapai kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Papua.
Maju terus Alumni STKS Bandnung .................

PROFIL ANAK DI PROVINSI PAPUA

Sabtu, 10 September 2016

ANAK SEBAGAI HARTA DAN HARAPAN BAGI KELUARGA DI PROVINSI PAPUA

Anak merupakan anugrah dari Tuhan Yang Maha Kuasa bagi setiap keluarga. Dalam kehidupan masyarakat di papua setiap keluarga yang di bentuk pasti memiliki harapan untuk mendapatkan anak, seringkali timbul permasalahan ketika satu keluarga yang di bentuk tidak memiliki anak, karena keluarga ini biasanya terancam bercerai atau pisah. Namun dalam keyakinan atau kepercayaan orang papua yang rata-rata merupakan keluarga Kristen hal ini menjadi masalah lain karena dalam kepercayaan yang dimiliki masyarakat Papua bahwa apa yang sudah dipersatukan Tuhan tidak boleh diceraikan manusia sehingga hal ini menyebabkan setiap keluarga yang sudah dibentuk dan tidak memiliki keturunan atau anak biasanya sulit untuk bercerai atau dipisah namun dibalik itu sering kali terjadi ikatan perkawinan yang dilakukan di luar nikah hanya untuk mendapatkan anak.
Namun tidak jarang juga keluarga yang dibentuk melalui proses perkawinan yang sah yang mendapatkan anak secara baik sebagai harta dan harapan keluarga tidak jarang juga anak-anak yang sudah dianugrahkan dalam sebuah keluarga di sia-siakan hal ini dapat dilihat dari tingkat pendidikan yang di ikuti oleh seorang anak, hal ini dipengaruhi oleh tingkat kemampuan keluarga dimana di provinsi papua banyak orang tua yang tidak memiliki pekerjaan yang cukup sehingga tudak mampu memenuhi kebutuhan anak seperti kebutuhan pendidikan.

Di Provinsi Papua disaat ini banyak anak-anak yang suka melakukan keingianannya sendiri tanpa mendengarkan nasehat dari orang tua, hal ini terlihat dari aktivitas anak yang banyak berada dijalan mulai dari pagi hingga sore atau malam hari dan tidak melakukan tugas atau tanggungjawabnya sebagai seorang anak yaitu sekolah. Akibat perbuatan ini muncullah persepsi dari masyarakat yang ada di provinsi papua bahwa di Papua Banyak terdapat anak jalanan pada hal yang dimaksud dengan anak jalanan adalah "sebuah istilah yang mengacu pada anak-anak tunawisma yang tinggal di wilayah jalanan. Lebih mendetail menurut UNICEF, anak jalanan yaitu berusia sekitar di bawah 18 tahun dan bertempat tinggal di wilayah kosong yang tidak memadai, serta biasanya tidak ada pengawasan." 
secara teori anak-anak ini tidak bisa di sebut anak jalanan karena mereka memang berada dijalan namun yang menjadi persoalan bahwa mereka masih tetap berada dibawah pengawasan keluarga atau sanak family, dan setelah mereka selesai melaksanakan tugas atau aktivitas mereka di jalan mereka tetap akan pulang ke rumah orang tua dan keluarganya, mereka tidak berada di jalan secara permanen.
Hal-hal seperti inilah yang perlu di luruskan sehingga untuk menyatakan seorang anak yang terlihat dijalan sebagai anak jalanan di Provinsi Papua saat ini tidak dapat dikatakan sebagai anak jalanan hal ini mengacu pada definisi para ahli dan keadaan sebenarnya dari seorang anak jalanan. Di Provinsi Papua permasalahan anak lebih banyak mengarah pada masalah anak yang berperilaku salah dikatakan demikian karena anak-anak yang ada di papua biasanya disebabkan masalah-masalah dalam keluarga mereka melampiaskan emosional mereka melalui sikap-sikap seperti melarikan diri dari rumah dan bergambung dengan group atau kelompoknya yang memiliki tujuan dan keinginan yang sama dalam bentuk, berkelompok melakukan aktifitas seperti, jual koran di persimpangan jalan dan juga melakukan kegiatan negatif lainnya seperti miras dan narkoba.
Meskipun mereka mereka melarikan diri dari rumah namun keesokan harinya mereka biasanya kembali ke rumahnya atau ke rumah keluarga lainnya seperti Paman, atau dalam istilah orang papua Om atau Bapak Adik, dalam budaya orang papua om merupakan sebutan bagi saudara laki-laki dari orang tua ibu  sedang bapak adik bagi saudara laki-laki dari orang tua bapak dari seorang anak, mereka ini pada dasarnya memiliki pengaruh yang sangat besar bagi seorang anak dalam sistem budaya orang Papua.
Dikatakan demikian karena dalam sistem budaya orang Papua seorang anak perempuan memiliki nilai secara ekonomi atau dapat di sebut modal harta aset harta bagi keluarga sedangkan anak laki-laki merupakan harapan bagi keluarga karena anak laki-laki merupakan penerus garis keturunan atau marga atau Fam dalam pemahaman umum di sebut nama besar keluarga karena orang papua menganut sistem Paternalistis atau garis keturunan dari Bapak atau Ayah sehingga dalam sistem perkawinan keluarga di Papua yang dapat meneruskan nama keluarga adalah anak laki-laki.
Dari kedua fungsi anak dalam keluarga masyarakat Papua tersebut keduanya memiliki peranan yang sangat penting sehingga orang Papua jelas sangat mengharapkan kehadiran seorang anak dalam keluarga karena dengan kehadiran anak ini setiap keluarga merupakan kebanggaan karena anak merupakan aset atau harta tetapi juga merupakan harapan keluarga sebagai penerus nama besar keluarga.

Jumat, 09 September 2016

SEJAHTERA ANAK PAPUA

Blog ini di buat sebagai blog yang memberikan informasi tentang pelayanan sosial anak di provinsi papua tahun 2016. dimana mulai tahun 2015 telah dilakukan pelayanan sosial terhadap anak yang ada di Provinsi Papua dalam bentuk pemberian bantuan uang tunai melalui rekening anak yang kemudian akan digunakan sebagai dana penunjang kebutuhan anak dalam upaya rehabilitasi mental sosial anak sehingga seorang anak dapat dipenuhi kebutuhannya terutama kebutuhan dasar seperti sandang dan kesehatan.
sehingga diharapkan dengan kehadiran Blog ini dapat memberikan informasi kepada masyarakat secara umum di Provinsi Papua tentang model pelayanan sosial anak.
Blog ini juga membutuhkan masukan terutama dari Dinas Sosial di Kabupaten / Kota yang ada di Provinsi Papua terutama dalam hal penyediaan data anak secara baik, sehingga dapat di peroleh suatu data akurat tentang anak dalam upaya perencanaan pelayanan rehabilitasi sosial anak di provinsi secara adil dan merata.
Demikian hal-hal yang dapat disampaikan terkait dengan Blog kami ini.